Postingan

Syair Estetika

Memahami harus paham Paham harus memahami Pelataran luas menatap senja Berbaring diantara sahabat-sahabat dunia Memahami harus paham Paham harus memahami Pelataran luas memandang pelangi Bersandar penuh dengan warna-warni Mendengarkan harus didengar Didengar harus mendengarkan Tersimpu menutupi kekurangan Tertutup bagaikan tempurung Mendengarkan harus didengar Didengar harus mendengarkan Terlentang diantara jerami Terbuka disaat semuanya harus dijalani

Air

Ketika air mengalir ada halangan Bagaimana cara membukanya Bantuan sekitarpun tak dapat menolong Apalagi banyak ujaran bertebaran Semakin terhalangi Air itu hanya dapat mengalir Walaupun terhalangi Mahluk sekitar tak dapat menolong Siapa yang dapat menolong? Air dapat terbebas dari halangan Sedikit demi sedikit melewati rongga-rongga kehidupan Meski lama untuk terbebas Namun sifat air memiliki pendirian tinggi Dapat menolong sekitar Tidak ingin ada balas jasa Awas hati-hati kalau terus-menerus menghalangi air Jiwa air memiliki kekuatan besar Meski suaranya sangat merdu Memberikan kesejukan setiap penjuru dunia Memberikan perbedaan disekujur tubuh

Jangan Terlena

Kami hanyalah orang kerdil dimatanya Tidak berhak menguasainya Pemilik semua semesta Faktanya engkaulah maha segalanya Kita ini harus menyakininya Hal sulit menjadi mudah Hal mudah menjadi sulit Bagaimana kita mengingatnya Setiap saat mengingatnya Niscaya langkah dan jejak akan dimudahkan Proses selalu membuntuti Namun tak boleh gusar Kegusaran akan meleburkan jiwa Berani untuk memberikan pembeda Berbeda tetapi tetap satu jua

Si Pemalu

Wajah lugu yang memiliki senyum setengah Berseri namun penuh kekecewaan Kerutannya menjadi saksi Bagaimana mereka mempermainkan Dunianya ditengah pemarah Wajah lugu yang mempunyai senyum simpul Berseri namun penuh arti Mimiknya menjadi simbol Bagaimana mereka memperdaya dunianya Wajah lugunya mulai memerah Merah merona tetapi banyak persepsi Anggapan mereka masih merendahkan Dipojok sudut merenungi perbedaan Wajah lugu diselimuti senyum menyeringai Ini tidak disengaja hanya saja mereka Memberikan perlakuan sinis Karena tak mampu menjadi dirinya Bak perisai berlapis kayu Sangat mudah untuk terluka Cercaan setiap manusia Dijadikan simpulan pena merah Kalimat-kalimat yang ironi Akan menjadi penyemangat hidupnya Wajah lugu tersenyum lebar Saksi bisu terlalu lama Proses jatidirinya telah utuh Pembuktian berawal dari dirinya terus direndahkan

Ini Apresiasiku?

Ia tak dapat menikmati keindahan Hanya dapat merasakan oleh jemarinya Jemari sebagai penuntunnya Penuntun segala masalah         Sungguh istimewa jemari ini         Dapat mengkoneksikan aliran         darahnya         Tertuju pada sasaran         Tidak akan menyasar Sendirinya diarahkan oleh arah Arah yang berliku-liku Beragam problema Tapi ia tetap kearah yang sama         Terkesima ketika ia berbicara         Tersendu-sendu ketika ia menangis         Rintikan air mata ini tanda         apresiasinya         Mengalir disela-sela wajahku         Sebagai penghargaan yang tak akan         pudar #TP08

Ananda Kuliner Sumber

Gambar
Tempat kuliner ini berada di Jl. Sunan drajat no.16, Sumber, Kabupaten Cirebon. Lokasinya dekat dengan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Cirebon, mudah di jangkau dari arah manapun. Tempatnya cukup nyaman dan kekinian. Cocok untuk ngopi atau kumpul-kumpul bersama teman/rekan kerja/keluarga/pacarmu. Ada beberapa spot untuk foto dan cukup instagramable juga tempatnya, pas kalau kamu tipikal orang yang suka dengan fotografi.  Tempat kuliner ini buka setiap hari mulai dari pukul 10.00-21.00 WIB. Tempat untuk parkirnya cukup luas dan fasilitasnya juga cukup memadai. Menu handalannya adalah empal gentong dan sate kambing. Menu lainnya juga gak kalah handal juga yaitu nasi lengko, sop iga, aneka sayur, makanan seafood dan aneka minuman. Harganya terjangkau dan gak terlalu mahal di kantong. Rasa makanannya enak dan pas, gak kurang dan gak lebih. Sesuai takarannya. Jadi, kalau misalkan kalian datang ke daerah Sumber, jangan lupa mampir ke sini untuk wisata kuliner dan nambah r...

Janji Palsu

Era modern terus tampak Muncul dari sudut yang berbeda-beda Namun bermacam-macam wicara Janji-janji pun berbeda-beda         Zaman ini sudah tidak memiliki tapak         Banyak yang menghianati ucapan         Masih terbawa keegoan         Belum dapat membersihkan lapak Jangan sekali-kali menghianati Jangan sekali-kali terkontaminasi Oleh janji palsu Oleh wicara palsu         Janji-janji ini benar-benar harus         disiasati         Sama-sama berjanji         Bernada keras tapi pasti         Akan menjadi suatu yang abadi #TP08