Ini Apresiasiku?

Ia tak dapat menikmati keindahan
Hanya dapat merasakan oleh jemarinya
Jemari sebagai penuntunnya
Penuntun segala masalah

        Sungguh istimewa jemari ini
        Dapat mengkoneksikan aliran
        darahnya
        Tertuju pada sasaran
        Tidak akan menyasar

Sendirinya diarahkan oleh arah
Arah yang berliku-liku
Beragam problema
Tapi ia tetap kearah yang sama

        Terkesima ketika ia berbicara
        Tersendu-sendu ketika ia menangis
        Rintikan air mata ini tanda
        apresiasinya
        Mengalir disela-sela wajahku
        Sebagai penghargaan yang tak akan
        pudar




#TP08

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseruan PKL di Kemenkes

Al-Ghiff Steak, Cirebon Punya!

Ananda Kuliner Sumber

Enumerator itu Menyenangkan

Ketika keberanian terendam dalam diri