Aku dan Si Taka
Layaknya Pemuda dan Pemudi Indonesia aku memiliki mimpi agar bisa memberikan manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Setidaknya membuatku merasa lebih bangga atas ilmu yang aku emban ke Kota orang dan kembali ke Kota sendiri untuk mengamalkannya kepada sesama. Hanya saja kendalanya adalah partner untuk bersinerginya yang belum ada, dulu saat menjadi seorang mahasiswa banyak yang satu visi dan bergerak bersama. Sekarang mencari orangnya yang susah. Jadi, melakukannya hanya seorang diri saja. Bukan tidak ingin berkolaborasi dengan komunitas atau yang lainnya, melainkan belum menemukan orang yang tepat dengan satu visi misi bersama.
Pernah mencoba berdiskusi dengan perorangan dan komunitas tertentu, memang satu tujuan yang ingin dicapai pada awalnya seiring berjalannya waktu ternyata sudah tidak satu visi lagi. Menyudahinya tentu, tapi tidak dengan visi misi yang tetap aku jalankan dengan semestinya. Itu semua dijadikan sebagai pembelajaran hidup dan perkembangan diri. Tentunya untuk menjadi lebih baik lagi, karena aku pun hanyalah manusia biasa dengan mimpi yang berharap tu terwujud dan menjadi besar manfaatnya. Mimpi itu bernama Dadu Pustaka dengan icon Taka. Si Taka beroperasional sehari-hari di rumah orangtuaku, buka dari pukul 08.00-15.00. Alhamdulilah sudah mendapatkan surat ijin operasional dan domisili dari Pemerintahan Desa. Mereka juga sangat respect dengan ide yang aku jalankan, begitu juga antusias masyarakat yang sangat positif dengan hadirnya Si Taka.
Dadu Pustaka itu aku analogikan sebagai permainan Dadu. Dimana Dadu diibaratkan sebagai kehidupan yang penuh dengan perencanaan dan strategi pencapaian hidup dengan berbagai target yang ingin dicapainya. Namun, sebagus apapun rencana manusia tetap ada peranan Allah SWT dalam menentukan kerja keras yang sudah dilakukan. Sedangkan, pustaka diambil dari bahasa Inggris yang artinya adalah buku. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Dadu Pustaka adalah Buku Kehidupan. Dengan harapan agar dapat membantu masyarakat dengan ilmu pengetahuan. Dadu Pustaka itu taman baca masyarakat.
Dadu Pustaka dibentuk pada tanggal 4 Juli 2017 dengan konsep dari aku sendiri. Mulai dibuka dan bisa di akses oleh masyarakat tepat pada tanggal 1 Desember 2017 dengan kerjasama dengan Mahasiswa Stikes YPIB majalengka dan beberapa rekan. Alhamdulilah berjalan dengan lancar.
Sasaran dari Taka mulai dari usia sekolah dan dewasa. Selain itu, orangtua juga banyak yang baca buku atau sambil nunggu anaknya sambil baca buku. Tentunya GRATIS. Untuk kegiatan lengkapnya bisa buka instagramnya @dadupustaka.
Begitulah konsep Si Taka. Setidaknya langkah kecilku ini bisa bermanfaat. Sulit memang semuanya dilakukan sendiri, tapi kalau ikhlas dan seneng jalaninnya Alhamdulilah lancar. Tidak perlu takut, hanya lakukan yang bisa kita lakukan dengan terbaik. Tidak perlu banyak alasan. Kalau memang terlalu banyak alasan untuk melakukan, yasudah tidak perlu dilakukan.
Banyak yang mendonasikan buku untuk menambah koleksi yang belum ada di Dadu Pustaka, dari kalangan dan daerah manapun mendonasikannya. Terima kasih banyak, sangat bermanfaat. Berjalan satu tahun lebih, aku memutuskan untuk menutupnya sementara waktu karena aku harus pindah tempat dan tidak ada yang menjaganya disana. Sudah mencoba mencari orang untuk menjaganya, namun tak kunjung dapat dan tak ada yang mau. Akhirnya, ditutup dulu dan saat ini lebih banyak online di instagram saja. Semoga nanti bisa beroperasional kembali, dan tentunya semoga bisa bermanfaat selalu baik itu online ataupun offline.
Salam hangat dari si Taka.
Kolaborasi karya untuk berbagi.
Komentar
Posting Komentar