Hati Yang Tercela

Ditutupi kegelapan
Visualnya terbelenggu kenyataan
Hanya terdengar oleh ucapan
bermacam-macam cacian

       Kerumunan mengasingkan
       Tetes air mata mengalir setiap saat
       Menodai palung hati
       Tinta merah tak terlihat

Keutuhan hati yang menjawabnya
Tombak bercula tajam
Selalu menyampaikan amanat
Tidak ada yang lebih sempurna
Teruntuk hati yang tersakiti

       Semuanya dapat melihat keanehan
       Padahal tersimpan kemegahan
       Tatkala menilai dari sisi depan
       Bagaikan isi dalam tempurung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseruan PKL di Kemenkes

Al-Ghiff Steak, Cirebon Punya!

Ananda Kuliner Sumber

Enumerator itu Menyenangkan

Ketika keberanian terendam dalam diri